Gue ingin kasih-kasih pengalaman sebelum gue bekerja di tempat yang sekarang. Gini guys sekitar tahun 2005 gue vakum kuliah dan mencari pekerjaan kesana-kesini dari Therapy, Penjaga Tas Bermerk di salah satu Mall di Tangerang, Marketing Perlatan Rumah Tangga yang masing-masing tidak bertahan lama.
Salah satu teman SMK gue bernama Ais memberitahu ada lowongan kerja di salah satu Pabrik di sekitar Parung yang Perusahaan itu memproduksi Roti.
Lumayan yang melamar di bagian admin cuma gue aja hihihi.....sedangkan 2 orang lagi melamar di bagian pabrik mungkin supaya gampang mencicipi Roti kalau laper huehue....nyummi...sayangnya saat itu gue enggak kepikiran sampai sana. Alhamdulillah....langsung di tes yang gue kira hanya masukin lamaran kerja aja! Hari itu juga langsung Test tertulis dan praktek, ternyata gagal mungkin saat tes tertulis dengan pertanyaan "Jika anda diterima kerja di perusahaan kami berapa gaji yang anda ingin kan?" my dumb (itu yang gue pikirkan saat itu) menjawab "Rp.2.000.000" setelah itu tak ada panggilan lagi, yah...mungkin bukan rezeki gue kali ya? Broken Heart deh!
Tiba-tiba Ais ngajak cari kerja bareng di salah satu Pabrik yang memproduksi benang, masih daerah Parung.
Gw:"Loh lu kok jadi ikut ngelamar kerja?"
Ais:"Iya..gue bosen dirumah setidaknya gue bisa bantu-bantu suami"
Gw:"Dalam benak gue sungguh kasihan melihat Ais yang udah melahirkan anak dan bekerja keras membina rumah tangga dan sekarang juga harus membantu menambah keuangan keluarga, sepertinya...suaminya enggak mampu menghasilkan uang untuk keluarganya, perjuangan istri lebih berat di banding para suami"
Kami menunggu di periksa surat lamaran kerja kami oleh seseorang yang mirip orang Jepang, gue melihat satu persatu sudah di periksa surat lamaran kerjanya lalu ada yang diterima dan ada juga yang ditolak dan sekarang giliran gue "dilihat sejenak" aduh..gue deg..deg..an nih, gue akan masuk golong mana? Ternyata masuk golongan "ditolak" begitu juga dengan teman gue Ais, kami pulang dengan rasa sedih "kenapa gue enggak ketrima, kenapa, kenapa, kenapa?" tapi gue berusaha untuk menyemangati diri dengan berkata dalam hati "mungkin belum jodoh untuk bekerja, mungkin Allah SWT sudah mempunyai jalan lain untuk hambanya yang lebih baik dari yang sekarang" sebenarnya yang gue cari adalah pekerjaan sebagai Administrasi dengan gaji 2 jeti dan sambil kuliah (mimpi banget si gue), tapi gue akan terima pekerjaan apapun dan dimanapun asalkan bisa menghasilkan uang yang halal dan bisa gue berikan ke ortu gue.
Gue menghubungi sohib gue yang sedang bekerja di Jakarta sebagai Marketing ATK yang biasa gue panggil Rupti. Rupti adalah sohib gue saat duduk di bangku SMP.
Gw:"Ti ada lowongan kerja enggak di perusahaan lu bekerja?"
Rupti:"Wah..gue aja mo pindah kerja, capek disana. Ada kenalan yang gue ngajak kerja di perusahaan temannya, mo ikut enggak?"
Gw:"Boleh deh!"
Lalu kami ke Jakarta dan bertemu dengan temannya Rupti lalu temannya itu ngajak kita ke sebuah gedung mewah yang bertingkat-tingkat (sorry gan gue lupa nama gedung dan daerahnya) dan kita bertemu dengan seseorang yang berdasi kepala botak umurnya sekitar 28 tahunan mirip sama Gusti OB (channel RCTI).
Dia mengajak kami berbincang-bincang seperti orang psikolog dan ingin tahu sejauh mana kami mengetahui tentang Marketing. Gw hanya bisa mengagumi orang ini karena wawasannx begitu luas. Setelah itu enggak sengaja gw dan Rupti bertemu Ardi di lobi gedung itu. Ardi itu mantannya Rupti dan sempat naksir gw (ada jugakan yang mau ama gw hihihi...). Ternyata ardi juga melamar di perusahan yang sama.
Dia mengajak kami berbincang-bincang seperti orang psikolog dan ingin tahu sejauh mana kami mengetahui tentang Marketing. Gw hanya bisa mengagumi orang ini karena wawasannx begitu luas. Setelah itu enggak sengaja gw dan Rupti bertemu Ardi di lobi gedung itu. Ardi itu mantannya Rupti dan sempat naksir gw (ada jugakan yang mau ama gw hihihi...). Ternyata ardi juga melamar di perusahan yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar