Papa…
Kenapa wajahmu pucat
Dan tanganmu begitu dingin
Tak sehangat dahulu
Papa
Kenapa wajahmu penuh kerutan?
Lelahkah kau akan hidup ini?
Namun mengapa senyummu masih mengembang
Papa
Aku tahu ajal milik Allah
Tak seorang pun berhak meramalkan atau memastikan
Tapi mengapa semangatmu luruh?
Sampai sinikah akhir berjuanganmu
Mengapa menyerah sekarang?
Tidak, aku tidak terima
Papa
Bangunlah pa
Buka lagi matamu
Akan kupandu langkahmu seperti yang biasa kita lakukan
Ayo kita bersenda gurau lagi
Ceritakan lagi kisah lamamu
Yang selalu mengundang tawa itu
Papa
Mengapa tubuhmu semakin mengeras
Bukankah kau sudah berjanji
Kau akan membacakan ijab kabul untukku
Bahwa kau akan menggendong cucu pertamamu
Papa
Bangunlah, bangkitlah
Aku tahu aku hanya manusia
Tapi sekali ini kumohon
Bangunlah dari tidurmu
Kita lanjutkan mimpimu
Dalam sadar
Kumohon papa
Genggamlah tanganku lagi
Seperti yang kau lakukan dulu
Kita akan berlari diantara padang rerumputan lagi seperti dulu
Ayo papa
Jangan hentikan nafasmu
Kutau didalam rongga tubuh itu masih ada jiwamu
Semangatmu
Kumohon Ya Allah
Berikan kami sedikit waktu lagi
Berikan beliau waktu lebih panjang
Untuk memenuhi janjinya padaku
Papa, bangun….
Bangun…
Katakan kalau kau akan menepati janjimu
Akan kuberikan apapun
Jika itu bisa membuka matamu kembali
Jika itu bisa menarik nafasmu
Dan menggerakkan jemarimu
Papa…
Kumohon…
Genggamlah tanganku
Aku berjanji
Kita akan berlari diantara padang rerumputan lagi
Seperti dulu….
Ya Allah…
Kumohon…
Berikan kami sedikit waktu lagi
Walau seluruh waktu di dunia telah habis
Dia Papaku…
Dia waliku di pernikahan nanti
Dia kakek dari cucu-cucunya nanti
Dia pelita hidupku….
Pengobar semangat kami
Aku tak ingin dia padam
Aku tak ingin dia pergi
Ya Allah,
Kumohon
Berikan kami sedikit waktu
Lagi….
Aku membuat ini didepan tempat tidur beliau, diiringi deru nafasnya yang halus.
Kali ini tidurlah yang nyenyak Papa.
Tapi berjanjilah padaku.
Bahwa kau akan membuka matamu lagi
Untuk membuktikan padaku
Bahwa esok masih ada…
. DELA.
Selasa, 10 Mei 2011
Papa T'lah Pergi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar